Hehehehe…. Judulnya agak rancu ya? Bingung ya bingung? Saya juga bingung mau kasih judul apa. Cerita kali ini adalah saat saya mencoba peruntungan untuk masuk sebuah perusahaan BUMN di kota kembang Bandung. Menurut saya kisah ini cukup unik dan menarik, saya juga tidak menyangka ada hal-hal seperti itu ketika saya pergi ke bandung. Benar-benar kota “Kembang”.

 

Saat nembak cewek saya di dalam sebuah warnet, saya hanya iseng-iseng saja melamar sebuah perusahaan BUMN yang terletak dikota bandung. Perusahaan tersebut adalah PT LEN yang ada di jalan sukarno-hatta bandung. Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang instrumentasi industri, cocok banget lah dengan background pendidikan saya. Sebenarnya ada banyak temen-temen dari noritake yang melamar pada perusahaan tersebut, tetapi yang lolos seleksi administrasi hanya saya seorang saja. Saya merasa beruntung sekali…

 

Saya kemudian merencanakan sebuah perjalanan ke bandung, kira-kira dengan siapa saya akan pergi kesana? Saya tidak punya teman yang banyak di kota tersebut. Paling hanya ada dua teman dari SMU dulu yang kini berada disana, mereka adalah yuri yang sekarang bekerja disana dan antonius yang sekarang sedang mengambil kuliah S2 geologi di ITB. Paling nanti saya akan menginap ditempat mereka. Wajarlah kalo saya menginap ditempat mereka, kan saya g mungkin menginap di masjid ato terminal karena suhu kota bandung sangat dingin dan saya tidak kuat dengan suhu yang terlalu dingin.

 

Ada masalah lain yang muncul saat akan melakukan perjalanan ke sana. Tes akan dilaksanakan pada hari sabtu dan pada hari tersebut perusahaan tidak meliburkan produksinya (wajib masuk sebagai pengganti hari libur lebaran nanti). Saya agak bingung antara melepas tes atau tetap masuk kerja? Saya bertanya pada teman-teman saya, bagaimana baiknya saya mengambil keputusan terhadap hal tersebut? Jawaban dari teman-teman saya adalah sebaiknya saya pergi untuk mengikuti tes tersebut, karena kesempatan yang dibuka untuk posisi tersebut sangat jarang dan sulit untuk mendapatkannya. Sayapun akhirnya memutuskan untuk mengikutinya karena teman-teman saya banyak yang mendukung.

 

Tanpa diduga, salah satu teman di noritake menawarkan tempat tinggal untuk bermalam ditempatnya. Dia adalah Rizki, salah satu engineer produksi yang kebetulan juga berasal dari bandung. Mulai hari jumat nanti dia ijin untuk tidak masuk kerja, jadi dia ada di bandung pada kahir pekan ini. Lumayan banget… Baiklah, segala sesuatu telah dipersiapkan. Mulai dari foto terakhir ukuran 4×6, fotokopi transkrip, fotokopi ijazah, curiculum vitae, dan surat pernyataan yang berasal dari web perusahaan tersebut. Dan yang paling penting adalah uang secukupnya, itu duit buat jaga-jaga aja kalo ada hal-hal tidak terduga nantinya.

 

Saya memberi tahu kepada orang tua kalo pada akhir pekan ini saya tidak kembali ke rumah karena ingin menghabiskan akhir pekan dikota bandung. Orang tua seh tidak keberatan akan hal tersebut, mereka hanya berpesan untuk selalu hati-hati dan waspada disetiap situasi. Karena telah ada restu dari orang tua, saya seh mulai tenang untuk melakukan perjalanan tersebut.

 

Saya berangkat ke kota bandung pada malam hari, sekitar pukul 8.30 wib saya berangkat dari kosan dan baru mendapatkan bus menuju bandung pada jam 9.00 wib dari depan perumahan usman purwakarta. Dalam bus tersebut, saya mengirimkan sebuah sms kepada rizki kalo saya sudah mendapatkan bus dan sedang dalam perjalanan menuju bandung. Selama beberapa menit kok dia tidak membalas sms saya, saya mulai curiga. Kemudian saya mencoba menelepon dia selama 3kali berturut-turut, tetapi dia tidak mengangkatnya sama sekali. Saya curiga kalo dia sudah tertidur pulas. Waduh, bahaya begini caranya. Saya kemudian mengirim pesan kembali untuk menanyakan  apakah dia masih bangun atau sudah tertidur? Dan tidak ada balasan sama sekali. Dan saya masih berusaha menelepon dia kembali, siapa tau dia hanya keluar sebentar dan lupa membawa hape-nya. Selama perjalanan saya telpon dia terus, tetapi percuma saja karena tidak diangkat sama sekali.

 

Saya tidak kenal kota bandung begitu baik, hanya segelintir bagiannya saja, makanya saya membutuhkan rizki sebagai penunjuk jalan untuk sampai ke lokasi tes. Hingga akhirnya saya telah sampai di terminal leuwi panjang bandung pada jam 11.10 wib. Hawa kota tersebut begitu dingin menusuk kulit saya meski saya telah memakai jaket yang saya beli waktu di PRJ bersama teman-teman kemarin. Mati aku, hawa diluar ruangan sangat dingin dan rizki belum memberikan kabar atau balasan atas sms saya. Saya masih tetap menelepon rizki, mungkin saja kali ini dia mengangkatnya. Hasilnya tetap sama saja, tidak ada yang mengangkat atau membalasnya.

 

Saya bingung neh, harus bermalam dimana? Kalo ini adalah kota jogja, saya seh tidak masalah menginap di masjid atau terminal. Tetapi ini bandung, hawa dingin adalah musuh buat hidung saya. Saya mudah mimisan jika terlalu lama menghirup udara yang terlalu dingin. Pernah saya inget kejadian dimana saya mimisan secara tiba-tiba karena perubahan suhu udara. Saat itu saya sedang makan malam di kosan saya bersama teman-teman, kebetulan saat itu kosan saya sedang ramai karena teman-teman saya sedang berkumpul disana (ada augusti, lelly, eko, handoko, agus dan saya sendiri). Saat sedang makan malam, tiba-tiba suhu udara naik dan hawanya menjadi panas. Saya sudah terbiasa dengan hawa yang panas, kan saya kuliah disurabaya yang normal suhunya selalu panas. Selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan hawanya pun langsung menjadi dingin. Karena perubahan suhu yang begitu ekstrim bagi tubuh saya, salah satu pembuluh darah yang berada didalam rongga hidung saya pecah dan darah mengalir dari lubang hidung saya. Pecahnya pembuluh darah saya tersebut tidak terasa sakit, saya hanya merasakan seperti ada cairan yang mulai keluar dari hidung saya. Ternyata saya mimisan…. Augusti yang takut terhadap darah langsung menjerit karena darah keluar dari hidung saya. Karena ketakutan yang mungkin terlalu berlebihan, saya seh iseng saja menakut-nakuti dia dengan menjejali dia dengan darah yang keluar dari hidung saya. Dia pun menjerit ketakutan, untung aja tidak sampai pingsan saya takuti dia. Kalo pingsan, terpaksa saya baringkan dia diluar biar air hujan membangunkannya. Hehehehehe… Bercanda. :p

 

Itulah alasan mengapa saya tidak mau tidur diluar dengan hawa yang terlalu dingin. Akhirnya saya mencoba menghubungi kedua teman dari satu SMU yang ada di bandung. Saya mencoba menghubungi antonius, ternyata no yang saya hubungi tidak ada satupun yang aktif. Padahal dia memiliki 3 nomor hape, tetapi mengapa tidak ada satupun yang diaktifkan? Sayapun menyerah menghubunginya. Kali ini saya mencoba menghubungi yuri, dia saat ini kerja di bandung.

 

“Halo. Malem, yur.”

“Malem juga, tot. Ada apa neh? Tumben malem-malem gini telepon.”

“Gini, yur. Saya mau tanya dulu. Saat ini kamu ada dimana?”

“Saya lagi dibekasi neh. Ada apa, tot?”

“Oh, lagi dibekasi ya? Wah susah begini caranya. Saat ini saya lagi di bandung neh, yur. Lagi di terminal leuwi panjang.”

“Wah, ada acara apa neh pake ke bandung?”

“Besok saya ada tes, hanya saja saat ini saya lagi bingung mau nginep dimana.”

“Tes apaan?”

“Tes kerja di LEN yang ada di sukarno hatta. Yur, kamu tau g penginapan yang murah yang ada didekat sini? Saya tadi udah coba hubungi teman saya, tapi kayaknya dia g bisa jemput saya.”

“Oh, PT LEN ya…. Mau nginep yang deket? Ada tuh, sebelahnya terminal leuwi panjang kan ada gang kecil-kecil. Disitu ada penginapan yang murah.”

“Kira-kira berapa semalamnya ya?”

“Yah, paling 80 ribu sampe 100 ribu. Coba aja kamu tanya dulu sama orang-orang disitu.”

“Ok, saya tanya dulu. Makasih atas infonya ya.”

“Sama-sama, tot. Semoga sukses ya.”

 

Berdasarkan informasi dari teman saya tersebut, saya kemudian menyusuri gang yang ada di pinggir terminal leuwi panjang. Saya bertanya kepada salah satu tukang ojek yang kebetulan mangkal disana. Saya bertanya apakah ada penginapan didekat sini? Dia bilang ada dan bersedia mengantar saya ke penginapan yang dimaksud. Setelah masuk kedalam sebuah gang, dia memanggil penjaga penginapan. Saya kemudian bertanya kepada penjaga penginapan tersebut.

 

“Mas, masih ada kamar kosong disini?”

“Masih. Aa butuh berapa kamar?”

“Satu aja. Semalamnya berapa?”

“Semalam harganya 250 ribu ‘a.”

“Waduh, mahal amat. Apa g salah tuh?”

“Enggak, aa bisa liat dulu kamarnya. Kalo cocok bisa ambil.”

“Wah, g jadi deh kalo gitu. Mau cari yang lain dulu.”

“Emang aa maunya harga berapa?”

“100 ribu. Ada?”

“Wah, kalo segitu g ada.”

“Ya udah makasih.”

 

Gile aja, masa semalem harganya 250 ribu? Itu mah sama kayak harga kosan saya selama satu bulan. Ogah banget. Sayapun kemudian meminta ke tukang ojek tersebut untuk membantu saya mencari penginapan yang harganya 100 ribu semalam dan diapun menyanggupinya. Kami kemudian masuk kembali ke gang lainnya dan bertanya lagi ke para penjaga penginapan yang ada disana. Rata-rata penginapan disana maunya menerima bayaran 150 ribu dan jarang ada yang mau menerima bayaran 100 ribu. Setelah bertanya-tanya, kami ditunjukkan sebuah penginapan yang mau menerima bayaran 100 ribu permalamnya. Kamipun segera menuju kesana menuju kesana. Tempatnya berada di sebuah gang yang agak sempit dan hanya sebuah motor saja yang dapat lewat. Benar-benar terpencillah itu gang… Saya juga mungkin udah lupa lagi kalo diajak kesana.

 

Saya kemudian bertemu dengan penjaga penginapannya, dia mengantar saya untuk melihat kamar yang akan saya tempati. Saya melihat kamar tersebut cukup luas dan tempat tidurnya adalah springbed dengan kayu sebagai penyangganya. Didalam kamar tersebut terdapat sebuah televisi ukuran 27” dan ada kamar mandi dalam. Lumayan lah, kamarnya termasuk cukup baik. Setelah saya sepakat, saya langsung membayar uang yang dimaksud kepada penjaga penginapan.

 

Jam di hape saya sudah menunjukkan pukul 23.31 wib, saya tidak langsung tidur. Jam segini biasanya ada berita olah raga, metro sport. Saya menonton televisi sejenak untuk menghilangkan kepenatan dan mendapatkan rasa ngantuk untuk tidur. Biasanya saya sering tidur didepan tivi sambil memegang remote-nya. Berita-berita olah raga yang disiarkan tidak terlalu menarik, lumayan lah bisa bikin ngantuk. Setelah menonton metro sport, saya mematikan televisi dan langsung mengambil posisi untuk tidur. Jam di hape menunjukkan pukul 00.03 wib, sudah larut malam.

 

Tidak beberapa lama, ada orang lain yang masuk dikamar sebelah saya. Mengkin mereka baru masuk karena sebelumnya tidak ada orang atau tas atau sesuatu yang menunjukkan kamar tersebut telah ditempati. Karena sudah sangat ngantuk, saya mulai terlelap. Tiba-tiba saya terbangun oleh kemunculan suara aneh dari kamar sebelah, seperti suara kayu yang beradu. Benar-benar menggangu orang yang mau tidur lah.

 

NYIT.. NYIT.. NYIT.. NYIT.. NYIT.. NYIT.. NYIT..

 

Dalam hati ini saya menggerutu, berisik amat seh kamar sebelah. Ganggu orang yang mau tidur aja. Baru saja menggerutu mengenai suara yang menggangu, saya mendengar suara lainnya. Ada suara wanita yang sedang melengkuh dan mendesah.

 

Uuuugh… Ahh.. Ahh.. Ahh.. Ahh.. Ahh..

 

Waduh.. Parah. Ternyata saya mendengar suara dua orang sedang melakukan “SESUATU” di kamar sebelah. Bener-bener gila saya dibuatnya. Suara tersebut berlangsung cukup lama, hal tersebut berlangsung cukup lama sampai suara nyit-nyit tersebut berhenti. Saya melihat jam yang ada di hape saya menunjukkan pukul 00.17 wib, saya berpikir tampaknya mereka sudah selesai. Ternyata tidak, bunyi nyit-nyit yang disertai suara wanita melengkuh masih berlangsung (mereka paling hanya ganti posisi doang). Oh, tidak….. Sebuah kutukan buat saya pada malam ini. Saya bener-bener merasakan BT tingkat tinggi. Maksud BT disini bukan Bad Tempered, tetapi Birahi Tinggi (malah amat sangat tinggi).

 

Kurang lebih sepuluh menit kemudian suara tersebut berhenti. Tidak lama kemudian terdengar suara gemerecik air dikamar mandi, tanda mereka sedang membersihkan diri. Kali ini suara nyit-nyit itu benar-benar telah berhenti sama sekali dan terdengar suara pintu terbuka dan tertutup yang menandakan mereka telah meninggalkan kamar sebelah. Saya melihat jam yang ada di hape saya, pukul 00.32 wib. Mereka meninggalkan sesuatu yang sampai saat ini suaranya benar-benar masih menggema dengan jelas dikepala saya.

 

Saya sampai tidak dapat tidur, benar-benar pengalaman yang sangat gila dalam hidup. Saya melihat kembali jam yang ada di hape, menunjukkan pukul 01.47 wib. Gila udah hampir jam dua pagi dan saya tidak dapat tidur, padahal besok pagi saya harus mengikuti tes. Cukup satu kata buat hal yang barusan terjadi, GILAAAAAA….. !!!!!

 

Kurang lebih jam dua pagi saya baru bisa tertidur, itupun saya paksa terus memejamkan mata. Sekitar jam 04.01 wib, saya terbangun oleh alarm hape saya (saya lupa kalo saya memasang alarm pada jam 04.00 wib, jadi kepagian deh bangunnya). Saya masih merasa ngantuk sekali, tetapi apa boleh buat? Tiba-tiba sebuah panggilan telepon di hape saya berbunyi, ternyata rizki menelepon.

 

“Halo, gatot.”

“Ya, mas.”

“Sori, bro. Tadi malem gue ketiduran, jadi g denger ada sms ato telpon masuk. Hehehehehe..”

“Ya ud, ga papa.”

“Sekarang ada dimana?”

“Dideket terminal leuwi panjang.”

“Mau dijemput g?”

“Iya, mau mas. Saya tunggu di alfamart sebelahnya terminal ya?”

“Ok. Gue berangkat sekarang.”

“Makasih, mas. Saya tunggu disana ya.”

 

Akhirnya penderitaan ini dapat berakhir, saya pun dengan segera membereskan segala sesuatu disana dan langsung pergi meninggalkan penginapan yang aneh. Saya menunggu rizki didepan alfamart sebelah terminal. Hawa kota bandung dipagi hari lumayan dingin, tapi untungnya hidung saya tidak mimisan. Kurang lebih 20 menit kemudian rizki datang dengan menggunakan sepeda motor dan menjemput saya, dia membawa saya ke rumahnya yang terletak tidak terlalu jauh dari terminal leuwi panjang.

 

Sambil menunggu jam 6 pagi tiba, saya mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke tempat tes. Badan rasanya kurang fit pagi itu dan pikiran dipenuhi oleh hal-hal mesum yang saya alami tadi malam. Udah merasa putus asa mengenai tes nanti, saya merasa gagal duluan. Setelah sarapan, saya diantar ke tempat tes oleh rizki. Sampai ditempat tes, saya bilang ke dia kalo abis tes ini saya mau ajak dia jalan-jalan. Saya beralasan ingin tahu kota bandung, padahal alasan sebenarnya adalah untuk menghilangkan rasa BT yang membebani kepala ini. Hehehehe….

 

Ditempat tes, saya bertemu dengan junior-junior saya angkatan 2004. Mereka adalah Muhtadi dan Yudha Wastu. Ternyata mereka masih mengikuti tes semacam ini, padahal mereka bekerja di perusahaan yang lumayan besar. Tampaknya mereka hanya iseng-iseng saja, karena tujuan mereka hanya ingin jalan-jalan dikota bandung menghabiskan liburan akhir pekan saja. Dan tes pun berlangsung, hasilnya pun dapat ditebak. Gagal total, karena saat mengerjakan soal-soal tes dikepala saya selalu berdengung bunyi NYIT-NYIT dengan jelas. Sial….

 

Setelah tes berakhir, saya mengajak jalan-jalan rizki. Sekedar untuk mengurangi rasa sakit hati akibat kegegelan tes yang berusan. Kira-kira disini saya mau ngapain ya? Akhirnya saya memutuskan untuk membeli kaos tim sepak bola AS ROMA. Kami keluar masuk toko-toko olah raga untuk mencari kaos tim sepak bola AS ROMA. Karena jadwal liga dunia belum bergulir, rata-rata kaos tim yang akan berlaga belum dibuat oleh produsennya. Jadi saya hanya melihat-lihat saja dan membeli sesuatu yang saya beli sebagai hadiah buat pacar baru saya. Karena kepala ini masih terngiang-ngiang hal semalam, saya mengajak rizki untuk nonton film baru yaitu THE SORCERERS APPRENTICE. Lumayan lah, tingkat BT berkurang sedikit.

 

Hari senin pun tiba kembali, saya sudah masuk kerja lagi setelah hari sabtu membolos kerja. Banyak teman-teman engineer dari noritake bertanya kepada saya tentang hasil yang saya capai. Saya langsung bilang, GAGAL TOTAL. Ketika saya ceritakan alasan mengenai penyebab kegagalan saya, merekapun tertawa lepas. Memang itu semua kejadian diluar dugaan, ada faktor X yang tidak diduga menjadi penyebab sebuah kegagalan. Saat itu, nyit-nyit adalah guyonan hangat diantara para engineer noritake.

 

Saya menceritakan kejadian yang saya alami pada pacar saya dan mengatakan padanya bahwa saya masih BT banget hari senin itu. Bukan sebuah solusi baik yang saya dapatkan, eh dia malah menjauhi saya. Sial, bukannya membantu mengurangi rasa BT yang saya alami, eh malah dijauhi…. X(

 

 

Tunggu sebentar, saya mesih ada cerita lainnya.

 

Saya juga memiliki cerita unik lainnya, yaitu diajak check in oleh seorang wanita yang lumayan cantik. Ini kejadian yang benar-benar diluar dugaan juga. Mau tau ceritanya? Baiklah, saya akan ceritakan.

 

Kisah ini terjadi pada saat saya baru saja keluar dari perusahaan pertama dan mendapat panggilan tes di salah satu perusahaan dikawasan sudirman jakarta. Tes ini juga diadakan pada hari habtu. Nama perusahaan kali ini tidak saya sebutkan, kita panggil saja perusahaan A.

 

Pagi hari jam 5.00 wib, saya terbangun oleh alarm dari hape saya. Saya bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke jakarta. Saya berangkat jam 6.00 wib karena saya mengira pasti jakarta akan dilanda kemacetan panjang jalan tol dalam kota. Ternyata dugaan saya melesat, hari tersebut tidak ada macet yang terjadi di tol dalam kota seperti hari-hari kerja. Jadi saya telah sampai di kawasan sudirman lebih cepat dari yang saya duga. Saya sampai jam 7 lewat sedikit, yah sekitar jam 7.05 wib gitu deh.

 

Jam7 pagi, suasana masih sangat lengang di kawasan tersebut, padahal biasanya dijam segini pasti sangat padat lalu lalang kendaraan. Saya melihat gedung yang nantinya akan menjadi tempat tes kerja saya masih tertutup rapat gerbangnya dan satpam kantor baru berganti shift. Saya jadi bingung mau menunggu dimana karena tidak ada tempat duduk yang tersedia di pos satpam. Lagipula, waktu diadakannya tes masih lama, yaitu pada jam 9.00 wib. Mau ngapain ya dua jam selanjutnya?

 

Yah, akhirnya saya jalan-jalan aja di sekitar kawasan patung sudirman (di depan menara BNI). Disitu ada sebuah halte, saya duduk dan sambil bermain facebook lewat hape. Saya saat itu hanya sendirian saja duduk di halte tersebut, karena orang-orang tidak ada yang naik atau di halte tersebut. Saya hanya iseng-iseng melihat status terbaru dari teman-teman dan memberi komen saja. Ada sekitar 20 menit saya bermain facebook disitu sendirian, tiba-tiba datang seorang cewek duduk disebelah saya. Saya seh tidak terlalu mempedulikannya dan hanya terus mengotak-atik hape saja. Dia mulai bertanya kepada saya.

 

“Maaf, mas. Kok dari tadi sendirian aja disini? Perasaan banyak angkot lewat, kok g naik-naik?”

“Iya, mbak. Lagi menunggu teman.”, jawabku  agak bohong dikit. Padahal hanya menghabiskan waktu saja sambil menunggu waktu tes dimulai. Tampaknya dia telah memperhatikan saya sejak saya mulai duduk di halte tersebut.

 

“Lagi nunggu temen ya?”

“Iya, lagi nunggu temen.”

“TEMAN apa TEMAN neh?”

“Lagi nunggu teman beneran mbak. Udah janjian disini.”

“Gitu ya?”

“Iya.”

 

Kemudian dia menggeser posisi duduknya mendekati saya dan berkata sangat lembut seperti membisikkan sesuatu ke telinga saya.

 

“Daripada nunggu teman kamu disini, mending kita nunggu temen kamu sambil ‘ngobrol’ di Shangri-La sebelah yuk….”

 

Waduh… Ternyata, cewek tersebut adalah seorang perempuan seks komersial (PSK) dan mengajak check in. Saya tidak menyangka wanita berparas lumayan cantik, memakai baju blazer hitam dan rok hitam, berambut panjang sebahu yang duduk disebelah saya mengajak hal seperti itu. Ini masih pagi mbak, hari sabtu yang sangat cerah, tapi para PSK sudah keluar. Saya mengira hanya malam hari saja mereka bekerja menjaring para lelaki hidung belang, ternyata pagi siang atau malam sama saja bagi mereka. Saya juga mengira penampilan para PSK itu selalu berpakaian erotis, tetapi apa yang saya lihat pada kenyataannya sangat jauh berbeda. PSK ternyata ada juga yang memakai baju sangat rapi layaknya pegawai-pegawai kantoran. Gile…

 

Saya saat itu benar-benar nervous dan hampir tidak dapat berkata apa-apa. Saya mencoba menolak ajakannya, tapi bagaimana caranya? Akhirnya saya mulai berkata padanya.

 

“Mmm… Maaf, mbak. Saya lagi nunggu temen. Kita rencananya mau ada tes kerja pagi ini.”

“Tes kerja? Emang jam berapa tesnya?”

“Jam 9 nanti.”

“Masih lama tuh, sekarang aja baru jam setengah delapan. Masih ada satu setengah jam lagi khan? Kita ‘ngobrol’ 30 menit di Shangri-La aja kan bisa tuh.”

 

Saya bener-bener deg-degan dibuatnya. Mati aku, saya berpikir pasti mucikarinya ada disekitar sini. Kalo sampe gue macem-macem sama cewek ini, bisa mampus dibuatnya. Lagipula cewek ini benar-benar menggoda abis.

 

“Mmm… Mbak. Kalo mau ngobrol mending disini aja. Saya takutnya teman saya g tau kalo saya nunggu disini.”

“Oh.. Emang kamu mau tes dimana?”

“Disitu, mbak.”, saya sambil menunjukkan sebuah gedung yang ada di dekat halte.

“Disitu ya? Melamar jadi apa emangnya?”

“Yah, jadi pegawai biasa aja.”

“Kamu kuliah ya?”

“Iya.”

“Dimana?”

“Surabaya.”

“Wah jauh ya. Kok bisa kerja disini?”

“Melamar lewat internet. Ada panggilan, ya saya langsung berangkat kesini.”

“Dulu aku juga pengennya seh kuliah. Tapi karena masalah biaya, ya terpaksa abis SMA langsung kerja.”

“Kerja dimana abis SMA?”

“Ya kerja dipabrik. Namanya juga pabrik, gajinya kecil banget. G cukup buat biaya kuliah disini.”

 

Eh, gubrak. Dia malah curhat tentang kehidupan pribadinya. Saya seh ga masalah kalo hal semacam ini, asal tidak ‘ngobrol’ di hotel shangri-la sana. Dia mulai cerita mengenai kerasnya hidup dijakarta, dia terpaksa meninggalkan pekerjaanya di pabrik sebelumnya dan menjadi SPG sebuah outlet yang ada di sebuah mal yang ada di kota jakarta. Gajinya lumayan lebih besar daripada harus kerja di pabrik, tetapi dari situ ia mulai dikenal sama ‘om-om’ yang pernah mampir ke outletnya. Dia pernah dijanjikan akan dijadikan karyawan sebuah bank swasta asal mau melakukan sesuatu dengan seseorang. Yah, tau sendirilah maksudnya, saya tidak perlu memberitahukannya. Tetapi, janjinya hanya sebuah janji semata. Saya agak sedih mendengarkannya, tapi itulah kisah hidupnya. Diselingan ceritanya, ia masih terus berusaha mengajak saya ‘ngobrol’ di hotel. Tampaknya ia masih tidak menyerah…..

 

Kurang lebih ada satu jam telah terlewati semenjak saya mengobrol dengannya. Tiba-tiba hape saya berbunyi, ada sebuah sms masuk. Sms tersebut berasal dari ayah saya, ia berpesan agar setelah selesai tes saya langsung pulang karena ada keluarga dari jauh mau bertamu ke rumah. Nah, kesempatan. Saya dapat menggunakan sms masuk ini sebagai alasan pergi.

 

“Maaf, mbak. Saya dapet sms dari temen, dia bilang kalo dia udah nunggu saya didalam gedung.”

“Udah nunggu? Gitu ya…”

“Iya mbak, makasih udah bisa ngobrol sama mbak. Saya permisi dulu ya.”

“Iya, semoga sukses.”

 

Dan sayapun langsung meninggalkan dia dan pergi menuju sebuah gedung tempat tes akan dilaksanakan. Wuih, gile…. Akhirnya saya bisa lepas juga dari godaannya. Saya melihat jam di hape saya, pukul 8.45 wib. Ternyata sudah satu jam lebih saya mengobrol dengannya. Memang tidak terasa ya kalo kita mengobrol dengan cewek cakep, waktu yang berlalu serasa sangat singkat. Saya sebenarnya ingin minta no hape dia, siapa tau kalo lagi butuh teman ‘ngobrol’ kan bisa saya panggil. Heheheh….😀

 

Setelah sampai dirumah kembali, saya sampaikan cerita mengenai kejadian yang baru saya alami kepada kedua orang tua dan adik saya. Saya pikir mereka akan khawatir terhadap anak tertua dikeluarga, tetapi tidak. Mereka malah tertawa lepas mendengar cerita saya. Yah, kalo gitu mah saya g perlu cerita ke mereka.

 

Begitulah kiranya kisah saya kali ini. Cerita yang agak unik bagi saya. Kita sambung lain kali dengan cerita unik lainnya. Ok?

 

 

Salam Hormat,

Gtt_bekasi.