teman?

November 5th, 2008 by gtt-bekasi

teman? – by gtt_bekasi

Selama ini saya selalu merasa sendiri.
Walaupun berada ditengah keramaian, saya selalu merasa kehilangan arti.
Tidak terbesit dalam pikiran saya untuk bertindak bodoh.
Tetapi sesuatu yang saya lakukan menurut pemikiran saya adalah benar, tetap saja terlihat bodoh dimata orang lain.
Mungkin tulisan ini menggambarkan diri saya untuk beberapa waktu ini.
Yang selalu iri kepada orang laian yang mampu mengutarakan keluh kesahnya yang dialami.

Saya hanya ingin memiliki teman yang mengerti akan diriku.
Menasihati saat saya salah.
Membantu saat saya dilanda kesulitan.
Memberikan senyuman ketika saya sedang murung.
Dan memberikan bahunya ketika saya menangis.

Mungkin saat ini cita-cita masa kecil saya telah tercapai.
Yaitu menjadi MENJADI SEORANG YANG BERGUNA DAN BERMANFAAT.
Karena selama ini saya selalu merasa DIGUNAKAN dan DIMANFAATKAN oleh orang lain demi kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan apa yang terjadi pada diri saya.

Saya masih bersyukur kepada Tuhan saya. Karena hampir semua perhiasan dunia yang ada dihadapan saya telah saya nikmati semua.
Menjadi mahasiswa perguruan tinggi no 3 di indonesia (ini rating di tahun 2003).
Memiliki komputer terbaik dikelasnya (saat beli di tahun 2004).
Memiliki MP4 player terbaru dengan kamera 1MP terintegrasi (saat beli di tahun 2005).

Hah…..
Rasanya masih sangat banyak nikmat yang diturunkan Tuhan kepada saya selama ini. Tetapi selama ini juga saya selalu merasa bersikap bodoh dihadapan-Nya.
Saya selalu mengeluh.
Saya selalu kesal.
Saya selalu merasa tidak puas.
Padahal nikmat yang telah diberikan-Nya kepada saya sangat besar.
Dan juga belum tentu orang lain memiliki apa yang saya miliki.

Selama ini saya telah melupakan-Nya, padahal Ia tidak tiada pernah melupakan semua makhluk-Nya.
Saya malu untuk bertemu dengan-Nya lagi.
Terlalu banyak kesalahan yang telah saya perbuat terhadap-Nya.
Mungkin sebenarnya Tuhan adalah SEORANG TEMAN YANG SANGAT MEMAHAMI DIRI INI.
Saya telah berbuat kesalahan terhadap-Nya.
Tetapi akankah Ia mau memaafkan kesalahan-kesalahan saya selama ini?
Dan akankah Ia mau kembali berteman dengan saya?

Mungkin saya harus memulainya dari disi sendiri terlabih dahulu.
Saya harus menjalin hubungan baik dengan diri saya sendiri.
Dengan demikian, mingkin teman-teman yang telah menjauhi diri saya ini akan mau mendekat kembali….