Malang……

January 9th, 2009 by gtt-bekasi

Cerita ini hanya selingan semata….

Hmm.. harus dimulai dari mana ya? Saya jadi bingung. Awalnya juga g tau dari mana ide ini muncul. Mungkin karena telah terjadi sesuatu yang sangat serius dari hubungan saya terhadap seseorang.

Okelah, kita mulai dari sesuatu yang telah terjadi saja.

Saya lupa tanggalnya, yang pasti hal tersebut terjadi pada suatu malam setelah saya mau istirahat setelah seharian mengerjakan Tugas Akhir. Ini terjadi di awal semester 10 akademis pendidikan saya.

Kurang lebih jam 8 malam saya mendapatkan sebuah sms dari seseorang. Isinya seperti ini, “Aq udah kirim balasan email kmu”. Lalu saya balas, “Ya. Nanti malam saya baca”. Saat itu saya sedang serius mengerjakan Hardware rangkaian Mikrokontroler mengenai rangkaian Serial Communication, yaitu rangkaian elektronik yang menghubungkan alat ukur yang saya buat dengan komputer sebagai display dan data base data pengukuran. Udahlah, g perlu pusing-pusing banget menjelaskannya. Lagipula sekarang saya sudah lulus dari ITS. Sekitar jam 00.00WIB, saya selesai mengerjakan rangkaian dan langsung pergi ke warnet untuk membaca email yang telah dikirim. Email tersebut bikin saya kaget, langsung saya balas email tersebut. Yang jelas isi dari email yang dikirim oleh teman saya itu bikin saya sampai g enak hati.

Kurang lebih jam 01.00 saya pulang ke kos. Sampai di kos, saya tidak bisa begitu saja tidur. Saya masih kepikiran sama isi email tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk menelepon teman saya tersebut. Rasa emosi yang tinggi, perasaan tidak enak, harga diri yang telah dijatuhkan dan perasaan telah dibohongi tersebut bercampur aduk didalam hati ini. Saya ingin menumpahkan semuanya kepada teman saya. Saya menelepon ketika jam semua orang sedang tertidur, jadi saat itu semua teman-teman kosan saya sudah berada dialam mimpinya.

Saya telepon ke hp dia dan diapun mengangkatnya. Saat itu dia baru saja bangun ketika saya telepon, maklumlah jam satu malam saya telepon. Dia mengangkat hp-nya dan berbicara dengan nada seperti orang yang baru bangun tidur.

“Halo, Assalamu’alaikum. Ini siapa ya?”

“Wa ‘alaikum salam. Ini saya gatot”.

Dia terdiam sejenak dan menjadi hening. Saya pakai nomor baru, simpati pede, yang saya boleh pinjem dari temen. Makanya dia tidak mengenali nomor tersebut. Kalau saya pakai nomor saya sendiri, mungkin dia tidak mau mengangkatnya. Setelah itu, percakapan kami lanjutkan kembali.

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Maksud tulisan diatas apa?

Maaf, saya tidak dapat menceritakan isi percakapan saya. Agak pribadi. Hehehehehe….. Lanjut ke cerita berikutnya.

Suasana menjadi sangat hening selama beberapa saat. Dalam keheningan tersebut, saya coba menenangkan emosi saya dan mendengarkan kembali ke hp saya. Dari hp, saya mendengarkan ada suara isak tangis suara teman saya. Saya kaget dan tidak percaya sama sekali. Ini adalah hal pertama seumur hidup gatot subekti, yaitu membuat orang lain diluar keluarga menangis tersedu-sedu.

Saat itu saya sampai bingung mau apa, ini adalah pengalaman pertama saya membuat nangis cewek diluar keluarga. Biasanya cewek yang sering saya bikin nangis adalan adik perempuan saya, Ayuk, atau kakak sepupu saya , mbak dina.

Percakapan kembali dilanjutkan. Dia berbicara dengan suara terisak-isak.

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

Teman saya “………………………………..”

Saya “………………………………..”

(Hehehehe…. Sorry…. This dialogs can not be displayed)

Dan itulah akhir percakapan kami. Saya sampai tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Saya sampai tidak dapat tidur sampai keesokan harinya karena selalu teringat mengenai percakapan yang barusan.

Hari-hari berikutnya saya menjadi tidak bersemangat untuk kuliah. Seperti tidak ada gairah untuk hidup. Saya hanya berbicara seperlunya saja, karena takut kalau nanti ada kata-kata yang keluar dari ucapan saya yang bikin sakit hati orang lain.

Selama kurang lebih dua minggu, saya bersikap seperti ini. Saya berpikir, kalau saya seperti ini terus maka saya tidak bisa lulus Tugas Akhir. Pokoknya saya harus menyelesaikan masalah ini segera, sehingga saya dapat berkonsentrasi kembali mengerjakan TA. Tapi, kira-kira saya harus berbuat apa?

Ketika saya mendengar kabar kalau teman seangkatan dan sejurusan saya, Bambang Susilo, mengerjakan Kerja Praktek di salah satu rumah sakit Malang, muncul ide cemerlang. Saya akan coba meminta bantuan saudara sepupunya yang sedang kuliah di Malang, untuk menyelesaikan masalah ini.

Riska, itulah nama saudara sepupu teman saya yang mengirimkan email. Riska adalah seorang mahasiswi jurusan Akuntansi Fak Ekonomi Unibraw angkatan 2005 yang berasal dari Probolinggo. Anaknya berkacamata, memiliki tinggi sekitar 165 cm dan berambut hitam panjang. Saya kenal dia sudah lama, ketika dia masih duduk dibangku SMA dan saya masih kuliah semester 2. Jadi kurang lebih saya mengenal dia 5 tahun. Tetapi selama kenal sama dia, saya belum pernah bertemu langsung secara empat mata. Kesempatan bertemu dia terbuka saat saya bermain ke malang.

Akhirnya saya ke malang main ke kosan bambang. Main ke malang bukan tanpa perjuangan. Motor yang kami kendarai tiba-tiba mogok dan mati mesin saat di tanjakan. Ternyata mesin motornya terdapat kebocoran oli sehingga mesinnya menjadi sangat panas dan mati tiba-tiba. Untungnya meisn motor dapat menyala kembali, kalau tidak kami terpaksa bermalam di jalanan daerah lawang.

Suasana kota malang g jauh beda sama kota bogor atau cibinong. Hawanya dingin dan kadang ada gerimis yang turun. Saya dan bambang sampai di kosan sekitar jam 3 sore dan ingin mandipun rasanya malas. Mengapa? Karena air yang ada dibak mandi g jauh beda dengan air kulkas. Dingin minta ampun. Selama di malang, saya hanya mengaktifkan satu nomor saja, yaitu nomor simpati pede. Kedua nomor lainnya, as dan mentari tidak saya aktifkan, karena saya saat itu tidak ingin diganggu dan ingin menikmati liburan terlebih dahulu di kota malang.

Rencana untuk bertemu dengan riska pun saya atur malam harinya. Saya berangkat ke malang hari jumat pagi dan samapai dikosan sore harinya. Maka besok adalah hari sabtu dan merupakan malam minggu yang baik untuk menemui seorang cewek. Begini rencananya, sabtu pagi saya dan bambang main ke unbraw ketemu sama dia. Kita kenalan dan bikin janji untuk jalan-jalan. Simple kan?

Hari esokpun tiba, saatnya menjalankan rencana. Sekitar jam 10 pagi saya dan bambang pergi ke unibraw untuk bertemu dengan dia. Sesampainya di sana, saya sempat dibuat bingung dengan kampusnya. Kampusnya lumayan besar dan banyak fakultas dan jurusan aneh-aneh yang ada disana. Maklumlah, di ITS tidak ada fakultas mengenai ilmu sosial, ilmu bahasa, ilmu kedokteran dan ilmu ekonomi. Jadi agak-agak aneh liat-liat kampus disana.

Kemudian saya mencoba menghubungi no hp dia. Selama beberapa kali saya hubungi, dia tidak mengangkat hp-nya. Saya mulai berpikir, mungkin dia sudah tahu cerita mengenai kejadian malam itu. Yah, payah kalau begini caranya. Niatnya malam mingguan. Akhirnya saya coba berputar dan berkeliling kampusnya dia, mungkin saya akan menemukan petunjuk mengenai keberadaan dia sekarang. Sambil sambil saya mencoba mencari petunjuk, bambang pun juga mencoba menghubungi teman-temannya yang masih kuliah di unibraw.

Akhirnya, pentunjuk itupun datang juga. Saya teringat kalau dia adalah anggota aktivis dari AIESEC yang ada di unibraw. AIESEC adalah sebuah perkumpulan mahasiawa yang berada disetiap negara. Yang jelas disurabaya juga ada AIESEC, bukan di ITS tapi di UBAYA. Saya pernah mengikuti kegiatannya, perkenalan dan mempelajari rollcall. Untuk lebih jelas mengenai AIESEC, silakan cari sendiri di internet. Ok.

Setelah saya mengetahui sebuah petunjuk itu, saya coba mencari dimana letak basecamp dari AIESEC unibraw. Basecamp-nya terletak dengan satu gedung BEM FE. Sebelah kampusnya persis. Dan dari gedung itu terdengar suara yang ramai, kami pun segera menuju kesana. Dan benar, ternyata AIESEC sedang mengadakan acara digedung tersebut. Kami meminta bantuan salah satu anggotanya untuk memanggilkan Riska.

Beberapa saat kemudian riska pun keluar. Itulah pertama kalinya saya bertemu dengan dia secara langsung. Kami pun saling berkenalan kembali dan membuat janji untuk keluar nanti malam. Diapun memberikan alamat kosnya dan memberikan peta tempat kosnya berada.

Malampun akhirnya tiba, saya dan bambang segera menuju ke kosan dia. Awalnya sih pengen ajak temen kosan dia juga, tapi karena temen kosan dia udah pada pergi juga maka kami hanya bertiga saja. Saat sampai di kosan dia, kami langsung berangkat keluar untuk jalan-jalan.

Tiba-tiba bambang bilang kalo dia mau main ke rumah temennya. Dia langsung meninggalkan kita berdua saja. Entah benar atau tidak, bambang memang sengaja meninggalkan saya dan riska untuk pergi berduaan saja. Dalam hati gatot, “mbang, terima kasih banyak. Kamu memang teman yang penuh pengertian”. Jadi pada saat itu hanya ada saya dan riska saja yang ada di kosan. Saat itu saya bingung, saya g ada ide buat ajak dia jalan ke mana. Saya tidak kenal kota malang dengan baik dan ditambah saya tidak ada kendaraan untuk mengantar dia berkeliling kota.

Riska mengusulkan untuk pergi ke MATOS, sebuah mall yang terletak tidak jauh dari kosan dan berada tepat dipinggir kamous unibraw. Saya sih oke-oke saja, sekalian jalan-jalan malam mingguan. Kami berangkat dari kosan dia dengan berjalan kaki. Lumayan juga jalan kaki sekitar 1 Km, bikin pegal-pegal. Oh iya, saya juga menganakan jaket yang pertama kali saya pakai untuk jalan-jalan di jogja. Saya pakai jaket itu memang saya sudah persiapkan sejak awal. Habisnya jaket yang lain sudah buluk warnanya. Selain itu, jaket itu baru sekali di pakai yaitu saat main dan jalan-jalan di jogja. (baca cerita mengenai my first real Saturday night date).

Ternyata matos di malam minggu sangat ramai. Banyak sekali pengunjungnya, terutama dari kalangan mahasiswa. Biasa kali, kan letaknya sebelah kampus unibraw persis dan didepan universitas sebelas maret. Untung saja ramai, kalau kejadian seperti di jogja terulang kembali disini kan sangat memalukan.

Saya agak bingung mau ajak makan dia dimana. Namanya juga mall, harga makanannya juga pasti ikut mahal.dan saya cuma bawa uanga 100ribu doang. Dia mengusulkan untuk makan di Pizza Hut yang ada di sana, makan paket buat dua orang karna harganya cukup terjangkau. Saya pun oke-oke saja. Untung saja makan malam kali ini cukup ramai, jadi rasa nervous yang tadinya mulai muncul kepermukaan mendadak langsung hilang. Gatot dan riska makan berduaan di sana. Kali ini gatot cukup senang dan terhibur malam itu. Ini adalah jalan-jalan malam mungguan kedua dalam hidup gatot subekti.

Rasa sakit hati akibat percakapan telepon dimalam sebelumnya hilang sudah……

Setelah selesai makan malan, kami berdua berjalan-jalan sebentar didalam mall untuk mencari tempat mengobrol. Sambil mengobrol, kami membeli es krim. Lumayan untuk menambah suasana hangat saat mengobrol.

Nah saat mengobrol tersebut, saya mengutarakan maksud saya. Saya disini meminta tolong ke dia untuk bicara ke saudara sepupunya secara baik-baik. Saya pernah membuat dia menangis karena sesuatu hal dan saya minta tolong ke dia agar saudara sepupunya mau mengerti apa yang terjadi pada diriku. Karena setelah percakapan di telepon tersebut, dia tidak pernah mau mengangkat teleponnya ketika saya hubungi. Riska pun menyanggupi untuk menolong saya. Beberapa percakapan ini dilakukan dalam bahasa inggris, karena saya tidak mau orang lain tahu mengenai isi percakapan kami.

Setelah selesai mengutaraan maksud saya, dan waktu sudah menunjukkan pukul 21.10 malam, saya segera mengantarkan dia pulang ke kosannya. Sambil menunggu bambang datang menjemput saya di kosannya, saya kembali mengbrol lagi. Lumayan untuk mengisi waktu luang.

Setelah bambang datang, kami segera pulang ke kosan. Sebelum pulang, saya sempat beli nasi goreng buat bambang. Kasian tuh anak, kayaknya belum makan malam. Buat bambang, sori bgt karena g bungkusin Pizza Hut karena g sempat dan g kepikiran buat bungkusin (selain itu dikarenakan ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan riska, hehehehehehe…).

Keesokan harinya, saya telepon riska untuk menanyakan apakah permintaan saya sudah dilaksanakan? Ternyata malam harinya dia langsung bertanya ke sepupuya. Dia sudah mencoba menjelaskan semuanya. Saya cukup berterima kasih atas bantuannya. Terutama buat malam mingguannya. Hehehehhe…

Setelah urusan dan masalah dengan sepupunya beres, maka saya kembali mengaktifkan nomor hp AS dan Mentari. Ketika baru diaktifkan, ada buanyak sekali pesan dan misscall yang masuk di nomor tersebut. Umumnya dari nomor yang berasal dari daerah barat. Saya sempat berpikir, ini mungkin dari Perusahaan temapat saya magang, Astra Otoparts. Dan dugaan sayapun benar, salah satu sms yang masuk ke hp saya berasal dari astra. Perusahaan menanyakan kapan saya bisa kembali untuk masuk magang disana. Mereka telah berkali-kali mencoba menghubungi saya tetapi karena hp saya sengaja matikan, saya tidak tahu kalau astra mencari-cari saya.

Saya jadi merasa bersalah kepada perusahaan. Akhirnya saya memutuskan untuk segera kembali ke surabaya dan menyelesaikan alatnya. Hari itu juga saya diantarkan oleh bambang ke terminal untuk berangkat ke surabaya. Padahal di hari itu juga saya mendapatkan sms dari vera kalau dia juga sedang berada dimalang. Tepatnya di Jatim Park bersama keluarganya. Pengennya main kesana, tetapi karena panggilan tugas akhirnya saya memutusan untuk kembali ke surabaya saja.

Yah begitulah akhir cerita ini.