Diterima kerjakah saya?

December 17th, 2008 by gtt-bekasi

Minggu-minggu di bulan desember ini agak-agak aneh dari sebelumnya. Saya pernah cerita mengenai sebuah perusahaan yang ingin saya masuki, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis. Dimana pada saat itu saya datang terlambat dan di cocor habis-habisan mengenai gaji. Saya sudah pasrah dan tidak berharap besar mengenai perusahaan ini.

Eh…. ternyata saya lolos tahap selanjutnya dan berhak untuk mengikuti psikotes yang ada di Wisma Flamboyan Jl H Agus Salim no 7 Jakarta hari senin 1 Desember 2008 pukul 08.00 WIB. Saya kagetlah… tidak disangka ada panggilan tes lagi. Dengan segera saya berangkat ke jakarta. Ternyata yang lolos tahap tes selanjutnya bukan hanya saya saja. Ada beberapa orang teman saya yang juga lolos tahap selanjutnya. Mereka adalah Lipaing TF’02, Fredi TF’03, Widhi TF’04, Rouf TF’04. Bwahahahahaha….. Tidak disangka ternyata saya lolos bersama para monster. Perlu diketahui, IPK yang saya peroleh saat lulus dari ITS adalah 2,81 (parah banget, makanya saya tidak dapat mendaftar ke perusahaan Oil & Gases, kecuali Total E&P saja). Keempat teman-teman se-jurusan saya tersebut memiliki IPK 3,00 keatas… (gile… saingan saya adalah teman sendiri yang ber-IPK monster).

Jadi, diantara kelima orang “Power Ranger” yang lolos untuk mengikuti psikotes, hanya saya sendiri yang memiliki IPK kepala 2. Saya mungkin salah satu anggota “Power Ranger” yang paling lemah. Saya tidak menyangka sama sekali……

Untuk menghadapi pertempuran kali ini, saya tidak punya strategi khusus. Psikotes adalah sebuah tes yang paling saya benci. Entah mengapa…. Mungkin karena sebelumnya semua tes yang saya jalani untuk masuk ke sebuah perusahaan, saya selalu gagal di psikotes. Yokogawa Indonesia, Asahimas dan Total E&P Indonesie adalah perusahaan yang gagal saya masuki karena hasil psikotes yang juelek. Makanya saya benci banget sama tes ini. Sebuah tes yang tidak memiliki perhitungan matematis yang jelas…… payah.

Sebenarnya ada taktik yang sangat licik. Keempat teman saya tidak mengetahui persis letak/lokasi tes diadakan dan hanya saya saja yang mengetahuinya. Maklum saja, mereka hanya 1 atau 2 kali saja ke Jakarta. Jadi belum begitu mengenal Kota Jakarta ini, sedangkan saya sudah hidup di daerah metropolitan Jabotabek selama 17 tahun. Jadi kurang lebih 75% saya sudah hapal daerah jakarta.

Rencananya seperti berikut. Kami berlima berencana untuk menginap bareng di kontrakan para alumni TF di daerah Kalibata-Jakarta Selatan. Ketika semua teman saya telah kumpul di kalibata, saya pergi diam-diam. Hahahahaha…. sebuah rencana yang sangat licik.

Tetapi ada salah satu orang yang mengetahui gerak-gerik saya ini. Sepertinya dia telah mengetahuinya dan selalu mengawasi tingkah laku saya. Payah…. kalau begini saya tidak dapat menjalankan rencana.

Karena sangat diawasi dengan cermat, saya sama sekali tidak berkutik. Payah…..

Yo wis lah, saya terpaksa menunjukkan tempatnya. Saya pagi-pagi jam 6.00 sudah berangkat bersama teman-teman dari kalibata menuju wisma Flamboyan. Bila teman-teman tahu gedung Sarinah-Thamrin, maka jalan Agus Salim terletak dibelakangnya.

Kali ini psikotes yang harus dijalani cukup berat, bukan untuk tingkat pemula. Psikotes dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00 dan itu adalah waktu yang cukup lama. Kelewatan lama….. Parah nih psikotes. Ada interview kepribadian, tes menyusun bangunan dengan dadu berwarna, tes menyusun gambar lalu menceritakan gambar yang saya susun, menghitung angka dalam sebuah tempo tertentu dan lain-lain. Pokoke tes yang tidak berhubungan sama Instrumentation and Control, malah seperti mengerjakan soal dari Teori Ilmu Fisika Kuantum (Tepatnya menghitung Persamaan Schrodinger). Otak saya benar-benar diperas habis…

Hasil tes tersebut akan keluar 1 minggu setelah tes ini diadakan. Selama masa penantian kembali, dirumah saya di bekasi, saya hanya makan-tidur saja. Payah… tidak ada pekerjaan lain yang dapat saya lakukan. Makanya berat saya bertambah 5 kilogram. Gile… dari 66 Kg menjadi 71 Kg dalam satu minggu saja. Parah….

Hari kamis 11 Desember 2008 saat saya sedang order barang di Pasar Kenari Djaja untuk keperluan proyek ayah saya, saya mendapatkan sebuah panggilan lagi (biasalah, daripada menganggur akhirnya saya memutuskan untuk membantu kerjaan ayah saya). Ternyata yang menelpon adalah perusahaan agribisnis. Perusahaan tersebut menelepon saya untuk hadir pada interview dengan direksi perusahaan tersebut. Saya kaget lagi… Wow, saya dapat interview dengan direksi. Berarti saya lolos tahap psikotes yang gila-gilaan. Interview akan diadakan di kantor pusatnya di jalan Denpasar kav D3 Kuningan. Itu adalah daerah dimana saya dilahirkan ke dunia ini, daerah Mega-Kuningan jakarta.

Yang lolos pada tes kali ini hanya ada 2 orang saja, yaitu saya dan lipaing. Bwahahahaha… saya lolos psikotes? Saya tidak percaya nih.

Hati ini senang….

Langsung saja ke hari dimana interview diadakan. Ternyata selain kita berdua, ada satu orang dari UGM yang juga ikut interview. Hebat…. saya tidak menyangka di perusahaan ini nanti saya akan bersaing dengan lulusan kampus lainnya.

Interview dengan direksi kali ini tidaklah terlalu ngeri. Hanya pertanyaan seputar diri dan background pendidikan saja. Nothing special…. Setelah interview ini berakhir, minggu depannya akan ada tes kesehatan. Kayaknya sih ini hanya formalitas saja, habis calon yang dipanggil untuk interview dengan direksi hanya 2 orang saja. Didalam kepala saya berpikir bahwa 99,99% saya pasti diterima. Tes kesehatan saja lho, asalkan tidak sedang sakit sudah pasti diterima.

Saat dilobbi gedung perusahaan setelah interview berakhir, ada sebuah sms masuk. Isinya cukup menyenangkan hati. Biasa, dari teman yang memberi kabar baik.

“Tot, hasil tes PLN udah keluar. Liat aja di situsnya SAC. Kmu lolos.”

Eh…. gak nyangka lagi ternyata Psikotes dan Group Discussion dari PLN juga lolos. Padahal kedua tes tersebut saya tidak yakin sama sekali. Saingan saya saat itu dari berbagai perguruan tinggi yang keren-keren. Ada anak T.Mesin T.Fisika dan T.Elektro UGM, ada anak T.Mesin dan T.Elektro Unbraw, yang yang pasti dari monster-monster kampus ITS. Gile…..

Dan pada tanggal 10 Januari 2009 nanti saya harus konfirmasi mengenai kepastian saya untuk mengikuti interview PLN. Yang jelas saya akan mengikuti interview dari PLN ini.

Wish me luck.

Wis… pokoke ALHAMDULILLAHIROBBIL ‘ALAMIN…..

Tiada kata yang patut saya ucapkan selain itu.

Sekian dulu cerita saya kali ini. Kalo ada cerita lainnya yang lebih seru, saya akan tulis lagi disini. Cao….