h1

Pabrik Kedua – keramik NORITAKE Atau ROTI ENAK

31 Desember 2010

 

 

Pada kesempatan kali ini saya mencoba menceritakan pengalaman saya di tempat kerja saya yang kedua. Kayaknya seh pada awalnya g ada yang spesial banget, ternyata ada juga yang bikin saya berkesan ditempat kayak gini. Saya ceritakan apa yang terjadi mulai dari awal saya baru keluar dari perusahaan pertama saya. Baiklah mari kita mulai.

 

Selama seminggu saya keluar dari perusahaan lama, saya memilih untuk beristirahat sejenak. Sekedar untuk menghilangkan penat dan mengumpulkan kembali energi yang terkuras ketika saya bekerja dahulu. Saya tidak menyesal untuk masuk ke perusahaan sebelumnya karena saya yakin semua ada hikmahnya. Semua cerita dan kenangan pada pabrik sebelumnya sangat berkesan dibenak saya. Buat teman-temen PCI, saya ucapkan terima kasih banyak. Semoga kalian sukses dalam semua pekerjaannya. Amien…

 

Saya keluar pada 14 Desember 2009, yah beberapa minggu sebelum pergantian tahun. Setelah seminggu mendekam di rumah, saya mulai bergeliat lagi dengan urusan lamar-melamar pekerjaan. Iseng-iseng aja saya mulai memasukkan lamaran dengan posisi Engineering, karena posisi tersebut sepertinya sangat menantang buat saya. Lamaran yang saya kirim lebih banyak lewat JOBSTREET.COM dan JOBSDB.COM saja karena memang lewat situs itulah paling banyak panggilan untuk interview buat saya.

 

Saya melamar posisi Engneering, Engineering Produksi, Instrument Engineer dan MT Engineer. Saya merasa posisi tersebut adalah tantangan dan saya menyukai tantangan. Dengan menerima tantangan, karena dengan menerima tantangan saya merasa masih hidup dan merasakan pacuan adrenalin yang terpompa dengan keras dalam tubuh ini. Perusahaan yang saya lamar tidak terlalu besar, hampir semuanya adalah perusahaan swasta. Saya tidak ingin melamar ke BUMN karena pengalaman saya selalu mengatakan untuk perusahaan semacam itu sangat kecil peluangnya untuk saya masuki. Oleh karena itu saya lebih memilih perusahaan swasta asing (PMA) karena kesempatan untuk menimba ilmu dan mendapatkan posisi strategisnya lebih besar ketimbang pada perusahaan BUMN.

 

Tapi tidak beberapa lama saya di Bekasi, saya langsung diminta oleh ortu saya untuk menengok adik saya yang paling akhir. Kayaknya lagi ada masalah, sehingga di telpon atau di sms, dia tidak pernah membalasnya. Sebagai ortu, mereka pasti khawatir dengan anaknya. Apa seh yang terjadi? Sedang apa dia disana? Bagaimana keadaannya? Yah, seperti itulah pertanyaan yang ada dipikiran ortu saya saat itu. Makanya mereka meminta saya untuk menjenguk adik saya yang paling akhir.

 

Saat itu saya masih memegang uang sisa gaji saya sekitar 1,8 juta rupiah. Yah, lumayan lah untuk jalan-jalan disana. Selama liburan disana, saya hanya jalan-jalan dan makan-makan saja, wisata kuliner maksudnya. :D Soal membantu adik yang bermasalah dengan tugas akhirnya, saya sudah pernah menanyakan padanya. Tapi tampaknya tidak ada respon bagus darinya. Sehingga saya tidak punya kerjaaan apapun selain hanya tidur dikosan dan wisata kuliner. Memang saya kakak yang payah, bukan berarti saya tidak mempedilikan apa yang adik saya kerjakan.

 

Ada seh niat saya membantu dia, tapi kayaknya dia sudah cukup bantuan dari keluarganya. Pernah ayahnya, ibunya dan kakak perempuannya mendatangi dia saat saya masih kerja di PCI, tapi mereka semua terpaksa kecewa. Hampir semuanya dijanjikan kalo dia akan lulus sekitar 3 bulan lagi. Tetapi tampaknya itu semua hanya ada diucapan manisnya saja. Jadi, ya terserah dia mau ngapain disana. Lagipula kan dia sudah dewasa dan tidak perlulah saya membantunya terlalu dalam. Setiap orang memiliki masalahnya sendiri, termasuk dia. Jadi, biarkan saja dia mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri dan jika dia memang tidak mau dibantu untuk mengerjakannya.

 

Seperti biasa, selama saya disurabaya saya mencoba peruntungan kembali untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Lamaran selalu saya kirimkan lewat internet, kan lebih mudah daripada kirim lewat pos. Seperti biasa, saya melamar melalui jobsdb.com saja. Karena memang mudah dan tidak perlu biaya lebih. Posisi yang saya incar kali ini adalah posisi Engineering. Banyak sekali perusahaan yang sedang membuka lowongan engineering saat itu, yah saya mah tinggal masukin aja. Kalo beruntung ya ada panggilan tes. Kalo enggak ya kirim lagi, gitu aja kok pusing.

 

Beberapa hari melewati hari tanpa melakukan kegiatan yang begitu berarti, saya hanya berdiam diri saja. Masih ada teman saya yang tinggal disana. Namanya adalah Ruswin Pratama, atau yang biasa dipanggil dengan panggilan ANCRUT. Dia dipanggil seperti itu karena kebiasaannya berkata ANCRUT kalo sedang kesal atau sedang bahagia. Yah, begitulah dia. Saat itu dia sedang berkutit dengan masalah tugas akhirnya, sama seperti adik saya yang juga bermasalah pada hal yang sama. Ruswin adalah mahasiswa asal samarinda yang terdampar di surabaya seperti saya. Dia adalah mahasiswa jurusan elektro ITS angkatan 2003, seangkatan dengan saya. Karena se-angkatan dengan saya, makanya kami lebih mudah untuk akrab. Meski dia anak elektro, dia lebih akrab dengan temannya yang umumnya adalah jurusan teknik fisika.

 

Mungkin ini adalah alasan mengapa ia bisa akrab dengan teman-teman saya di teknik fisika. Pada awal masuk kampus dulu, sebenarnya saya sudah mendaftarkan diri untuk menempati asrama kampus bersama teman sekamar dan sejurusan yang bernama Mahya (ini cowok lho). Akan tetapi,  karena ada sebuah ajakan dari teman-teman sekota bekasi untuk ikut dalam rombongan satu kos, saya memutuskan untuk keluar dari asrama dan menempati kosan bersama teman-teman dari bekasi. Nah, karena mahya kehilangan teman sekamarnya, muncullah si ruswin ini untuk menggantikan saya menempati ruangan kamar asrama bersama mahya. Karena mahya sangat akrab dengan teman sejurusannya, maka ruswinpun dengan segera ikut akrab dengan teman dari jurusan kami (teknik fisika). Saya mengakui dia adalah teman, guru dan sahabat yang baik buat saya. Terima kasih banyak ruswin atas semua ajaran ilmu pemrograman komputer darimu. Tanpa bantuan di pemrograman VB darimu, mungkin tugas akhirku akan terbengkalai. :D

 

Kembali pada saat saya melamar kerja di surabaya. Kurang lebih 3 hari setelah saya memasukkan lamaran ke banyak perusahaan, tiba-tiba saya mendapatkan sebuah panggilan tes kerja yang diadakan di Hotel Ibis kawasan Thamrin jakarta. Saya kaget, secepat itukah saya mendapatkan panggilan tes kerja. Tes tersebut akan dilakukan pada hari senin minggu depan (saat itu adalah hari Jum’at), langsung saja saya segera packing semua baju dan perlengkapan karena sore itu juga saya berniat pulang ke bekasi. Saya hanya berpesan pada adik saya untuk selalu berusaha menyelesaikan tugas akhirnya (saya sampai bosen untuk mengingatkan hal ini padanya).

 

Setelah sholat jum’at, saya segera berangkat ke pasar turi untuk membeli tiket dan pergi dengan menggunakan jasa kereta api. Akan tetapi, tiket yang biasa saya beli telah habis. Saya biasa membeli tiket kereta bisnis gumarang. Selain karena harganya murah, juga karena kereta ini terdapat kelas eksekutifnya sehingga perjalanan kereta tersebut adalah termasuk perjalanan kereta eksekutif. Karena tiket kereta eksekutif dan bisnis gumarang habis total, terpaksa saya menggunakan jasa kereta api lainnya. Saya memesan tiket kereta api eksekutif sembrani, harganya sama dengan tiket kereta api eksekutif gumarang. Kereta api tersebut berangkat 2 jam kemudian setelah kereta api gumarang. Ternyata kereta api ini adalah kereta api kelas istimewa, memang luar biasa deh (maklum, baru pertama kali naik kereta api eksekutif sembrani).  Jauh berbeda dengan semua kereta api eksekutif lainnya yang pernah saya naiki, amat sangat mewah. Kereta tersebut malah datang lebih dahulu di jakarta sebelum kereta api gumarang. Ngeri bangat dah…. Hari sabtu saya tiba di stasiun jatinegara jakarta. Tanpa berlama-lama, saya langsung naik KRL jurusan bekasi. Lumayan capek naik kendaraan berjam-jam, hanya duduk dan dusuk saja. Sampai dirumah, saya langsung tidur lagi sepuasnya. Hahahaha… lega rasanya.

 

Hari seninpun tiba, hari dimana saya mengikuti tes sebuah perusahaan. Jujur saja saya belum tahu perusahaan apa dan posisi apa yang mengundang saya, saya hanya menyanggupi untuk mengikuti tes pada hari senin. Setelah saya sampai di dalam hotel yang dimaksud, saya langsung mencoba mencari tahu perusahaan apa yang berusaha mencari karyawannya. Ternyata perusahaan tersebut adalah PT TEC INDONESIA yang bertempat dipulau batam (anak perusahaan dari TEC Singapore). Perusahaan tersebut adalah bagian dari TOSHIBA group company. Wew, keren..! Mereka menyewa tempat sebuah hotel mewah untuk recrutmentnya. Saya juga lupa posisi apa, setelah saya meminta daftar absennya, saya mengetahui kalo posisi yang saya lamar adalah Electronic Engineer. Posisi yang memang saya incar sekali pada saat ini. Kurang lebih terdapat 60 peserta termasuk saya yang mengikuti tes saat itu dengan posisi yang berbeda-beda. Yah, cepat juga panggilan tes kali ini.

 

Hal-hal yang dites pada kesempatan tersebut adalah electronic circuit dan component. Yah, g jauh-jauh banget dari hal-hal yang berbau praktikum pengukuran fisis. Saya kan mantan asisten lab pengukuran fisis, jadi pada tes tersebut adalah hal mudah bagi saya untuk saya kerjakan. Waktu yang disediakan untuk tes adalah 60 menit, tetapi dalam waktu 30 menit saja saya sudah selesai mengerjakan semua soal yang diberikan. Ada mengenai rangkaian tahanan thevenin, fisika gelombang, perhitungan matematika digital, dan rangkaian penguat Op-Amp. Haduh, apa g ada soal yang lebih susah dari soal kayak gitu apa? Rasanya udah bosen banget ketemu soal kayak begitu.

 

Setelah kurang lebih semua peserta mengumpulkan hasil jawabannya, panitia tes memberikan waktu istirahat 60 menit sambil menunggu hasil penilaiannya. Pengumuman mengenai peserta yang berhak lolos ke tahap selanjutnya akan dilakukan setelah semua hasil penilaian selesai dilakukan. Saat istirahat, saya mendapatkan sebuah telepon. Ternyata telepon dari pihak hino, mereka menanyakan saya mengenai kelanjutan dari parts baru yang masih belum fix. Karena saya sudah keluar dari perusahaan tersebut, saya menjelaskan kepada pihak hino (pihak QA menelepon langsung ke hape saya) kalau saya sudah tidak bekerja lagi disana dan project tersebut kini sudah ditangani kembali oleh manager saya langsung. Biasalah, saya sudah menjadi orang penting di perusahaan tersebut.

 

Setelah kurang lebih 1 jam istirahat, panitia mengumumkan hasilnya. Ya jelas saja saya lolos tahap selanjutnya. Ada 10 orang yang lolos tahap selanjutnya untuk mengikuti interview. Tes selanjutnya dilakukan dalam dua hari, saya mendapatkan interview pada hari pertama. Yaitu sore hari kelanjutan hari tes tersebut sekitar jam 3-an.

 

Pada interview tersebut, terdapat 3 orang yang mewawancarai saya. 1 pria dari HRD, 1 pria dari Engineering dan 1 pria lagi dari Jepang. Interview dilakukan dalam bahasa inggris dan pertanyaannya seputar pekerjaan sebelumnya dan tugas akhir yang dilakukan. Yah, itu seh mudah saja saya jawab dan tanpa bersusah payah berpikir. Dalam hati, ini seh saya yakin 100% lolos dan diterima karena tiada jawaban yang sulit untuk saya jawab.

 

Kurang lebih 3 hari kemudian, saya mendapatkan sebuah email dari perisahaan tersebut. Email tersebut menyatakan saya lolos tes selanjutnya yaitu tes kesehatan. Saya diminta untuk menjalani tes kesehatan di klinik prodia jakarta. Malam harinya, saya mendapatkan email lagi dengan lampiran berupa kontrak kerja. Whuih… saya g menyangka kalo saya belum tes kesehatan langsung diberikan kontrak kerja. Tapi ada masalah yang muncul. Orang tua tidak setuju jika saya kerja di batam, padahal kakak sepupu saya saya mau kembali ke pulau jawa. Kok malah saya berniat kerja disana. Orang tua sangat menentang keputusan saya untuk bekerja diperusahaan tersebut. Malah saya disuruh balik lagi ke surabaya untuk membantu adik menyelesaikan tugas akhirnya. Sial banget…. Dengan terpaksa saya memutuskan untuk mengikuti kemauan saya, saya menolak kontrak kerja dari perusahaan tersebut. Sedih memang, harus menolak sebuah kerja yang lumayan disana. T_T

 

Semangat saya tidak putus sampai disitu saja. Saya masih ada kemauan untuk bekerja lagi, saya iseng-iseng lagi kirim lamaran di jobsdb.com posisi engineering. Kali ini saya memilih perusahaan yang berada dipulau jawa saja, terutama daerah Bukit Indah (Purwakarta), KIIC (Karawang), Lippo (Cikarang), dan MM2000 (Cibitung). G ada lagi perusahaan yang saya lamar diluar jawa. Saya melamar kerja pada hari sabtu malam minggu, yah mengerti lah acara anak-anak jomblo dan pengangguran. Malam minggu adalah malam kelabu, dimana umumnya pasangan jalan-jalan sesuka hati melewati malam tersebut. Payah, kali ini bener-bener sial. Saya masih merasakan berat dan sakitnya hati ini menolak pekerjaan di pulau batam sosno, tapi itu semua sudah terjadi. Saya tidak terlalu berharap besar dengan apa yang saya lakukan, tapi bagi saya berharap selalu adalah lebih baik daripada berputus asa dan tidak melakukan hal apapun sama sekali. Dan sampai sekarang saya masih melakukan hal tersebut. Tuhan Maha Kaya, saya percaya hanya dengan sekali kun fayakun, Tuhan pun Maha Membalikkan Keadaan.

 

Tidak lama kemudian (hari senin minggu depannya), saya mendapatkan sebuah undangan tes lagi. Kali ini  ada sebuah perusahaan yang bertempat di kawasan industri bukit indah – purwakarta. Sebelumnya, saya sudah sering ke kawasan ini. Sewaktu saya mengerjakan project parts baru dari hino. Saya sudah sering bolak-balik purwakarta – bogor untuk mengirim sample dan melakukan join inspection diruang QA hino. Yah, ada perasaan trauma jika menginjakkan kaki dikawasan industri tersebut. Perusahaan kali ini yang mengundang saya untuk interview adalah PT NORITAKE INDONESIA, sebuah perusahaan PMA jepang yang bergerak dibidang keramik untuk sensor elektronik. Saya diundang untuk hadir pada hari kamisnya jam 8 pagi, untuk wawancara dengan user dan presiden direktur dari perusahaan tersebut. Jelas saya langsung menyanggupinya, karena memang saya sudah ingin untuk bekerja lagi. Saya lupa pada posisi apa saya melamar perusahaan tersebut, saya buka database saya di internet dan saya melihat pada posisi prod engineering. Saya kurang tahu mengenai posisi tersebut. Kira-kira kayak apa ya? Bikin penasaran aja.

 

Pada hari kamis, jam 5 pagi saya sudah bangun dan bergegas mandi. Kali ini saya tidak sarapan karena saya selalu puasa senin-kamis, hal tersebut sudah saya lakukan sejak saya duduk dibangku SMP dulu. Sampai sekarang ini, saya masih melakukan kebiasaan tersebut. Sekitar jam 5.30 saya langsung berangkat menuju kawasan industri bukit indah dan saya sampai di tempat tersebut pukul 7.30. Waktu yang dilihat masih terlalu pagi. Masih ngantuk…

 

Saya disitu tidak sendirian, ada dua orang lainnya yang juga dipanggil tes perusahaan tersebut. Mereka adalah Augusti Rodini dan seorang cowok lulusan UI. Maaf ya, saya lupa nama cowok tersebut karena hanya sekali saya berkenalan dengan anda. Sedangkan untuk cewek satunya ini, saya sangat kenal karena cewek tersebut nantinya akan menjadi rekan kerja saya di perusahaan tersebut. Augusti atau yang nanti dipanggil dengan uti adalah cewek lulusan kimia ITB angkatan 2001, dua tahun lebih tua dari saya. Meskipun lebih tua, tapi ukuran badannya lebih kecil dari saya (mungil banget…). Kesan awal ketika berkenalan dengan uti adalah cewek ini sangat ramah dan baik hati. AKAN TETAPI, pada kenyataannya setelah menjadi rekan kerja saya, dia menjadi BOS yang memberikan banyak masalah pada saya. Hehehehe… Sori teh uti, hanya mengungkapkan unek-unek aja. G ada maksud lain kok. J

 

Jam 8 pun tiba, saya langsung mendapat kesempatan pertama untuk interview. Pada kesempatan tersebut, saya tidak terlalu banyak persiapan untuk mengkadapi tes seperti ini. Saya selalu menjalani tes apa adanya, kalo lulus ya syukur dan kalo belum lulus ya coba lagi. Didalam ruangan sudah ada 3 orang yang akan menginterview saya, mereka adalah calon user saya (Sastra Ali, manajer produksi), calon HRD saya (Imelda S, Manajer HRD) dan calon presiden direktur saya (Takamasa Isobe, presdir PTNI dari jepang). Yah, tes kayak gini lagi. Baru saja saya mengalaminya di perusahaan sebelumnya. Dan pertanyaannya juga tidak jauh beda, seputar tugas akhir dan pekerjaan sebelumnya. Tidak ada kendala berarti pada interview ini. Jelas saya yakin 100% akan diterima. Cukup 30 menit saja saya melakukan interview dengan mereka, setelah itu saya dipersilakan pulang menunggu hasilnya. Saya langsung pulang saja karena ortu mememinta saya untuk melakukan sesuatu, biasalah minta tolong transfer uang ke sebuah rekening.

 

Sehari kemudian, hari jumatnya saya ditelpon lagi untuk melakukan tes kesehatan di klinik miracle kawasan bukit indah pada hari sabtu. Pada telepon tersebut, saya diberikan sebuah penawan kontrak kerja dan gaji yang akan saya dapatkan. Pada kesempatan kali ini saya tidak mau begitu saja menerima gaji yang diberikan, saya melakukan negosiasi gaji. Saya punya pengalaman dan ilmu yang saya miliki dari perusahaan sebelumnya, makanya saya g mau menerima gaji tersebut begitu saja. Setelah saya deal masalah gaji, saya baru menyanggupi saja semua tes kesehatan yang akan dilakukan tersebut. Lagipula saya tidak terlalu berharap banyak mengenai pekerjaan kali ini. Paling-paling orang tua tidak setuju lagi kalo saya kerja diperusahaan manufaktur. Biasalah, saya udah pengalaman banget masalah kerjaan kayak gini. Hari sabtu saya melakukan tes kesehatan dan tidak disangka juga saya bertemu lagi dengan Augusti disana. Ternyata dia lolos juga.

 

Saya saat itu belum tahu dia lolos sebagai apa, akhirnya saya bertanya pada dirinya. Dia menjawab kalau dia melamar pada posisi QA. Oh ternyata pada posisi tersebut toh, saya kira pada posisi yang sama seperti saya sebagai production engineering. Terus saya juga bertanya, apakah teman kita yang satunya lagi saat mau interview kemarin juga lolos? Dia bilang kalau dia g tau. Tampaknya seh dia gagal masuk. Tes kesehatan kali ini tidak jauh berbeda dengan tes kesehatan pada umumnya. Tes buta warna, tes penglihatan, tes darah, tes urine dan rongent. Secara fisik, saya sehat dan pasti lolos.

 

Hari senin minggu depannya, saya mendapatkan telepon lagi. Pihak HRD memberitahukan kalo saya telah diterima dan dapat masuk pada hari rabu besok. Saya menjawab kalo saya tidak dapat masuk dengan segera karena saya juga harus mempersiapkan tempat saya untuk tinggal disana. Saya belum mencari kos-kosan untuk saya tinggali. Saya meminta pihak perusahaan agar diberikan waktu untuk mencari tempat tinggal disana dan diberikan izin untuk masuk pada hari senin minggu depannya pada tanggal 1 Februari 2010. Pihak perusahaan setuju dengan persyaratan yang saya ajukan dan memberikan izin kepada saya untuk masuk pada hari senin berikutnya.

 

Hari selasa saya segera berangkat ke purwakarta untuk mencari tempat tinggal disana. Saya mencari kos-kosan yang terletak didaerah cikopo dekat pintu tol cikampek. Kos-kosan tersebut tergolong masih baru dan hanya ada satu kamar saja yang terisi dari 20 kamar. Wew, lumayan baget neh kosan. Belum ada yang menempati, benar-benar baru jadi. Meskipun baru, harganya lumayan mahal yaitu Rp 300.000,- perkamar. Setelah saya mendapatkan tempat tinggal, saya langsung bergegas kembali ke kota bekasi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat saya tinggal nanti.

 

Hari sabtu siang saya berangkat menuju kosan baru dari bekasi dengan diantar oleh kedua orang tua saya. Namanya juga orang tua, mereka khawatir jika terjadi sesuatu nantinya saat membawa barang yang cukup banyak dalam perjalanan yang jauh. Hehehehe… Karena keluarga sudah tidak memiliki mobil lagi, kali ini saya menggunakan jasa taksi untuk mengangkut barang-barang saya. Lumayan banyak lah… Sesampainya saya disana, orang tua saya langsung berangkat kembali ke bekasi dengan meninggalkan duit beberapa ratus ribu saja untuk pegangan saya selama satu bulan. Selepas kepulangan mereka, saya langsung beres-beres dan bersih-bersih ruangan.

 

Hari minggu saya tidak memiliki banyak kegiatan yang berarti. Saya hanya tidur dan mendengarkan musik saja. Saya tidak terlalu kenal lingkungan yang ada disana, kalo dibilang lingkungan yang ada disana itu menyeramkan. Perangai orang-orangnya agak menakutkan…. Saya hanya berkenalan dengan teman dari kamar sebelah kamar saya saja. Namanya dede, anak sunda asli. Dia adalah pekerja kontrak yang bekerja di pabrik indofood cikampek dekat kosan. Yah, orangnya lumayan baik. Dia tidak sendirian tinggal dikamar tersebut. Ada temannya yang lain, namanya adalah tria. Saat itu temannya sedang masuk kerja lembur. Makanya dia tidak ada dikamar saat saya berkenalan dengan dede.

 

Hari senin tanggal 1 Februari 2010 pun tiba. Hari saya masuk kerja lagi setelah lepas dari perusahaan lama yang ada dibogor. Saya berangkat kesana pagi hari, kurang lebih jam 7.10 saya sudah berada di tempat kerja. Dan ternyata, para pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut rata-rata adalah wanita. Saya kaget lah mengetahui hal tersebut, saya pikir perusahaan tersebut lebih banyak lelakinya daripada wanitanya. Ternyata terbalik, kurang lebih wanitanya ada sekitar 90% dibandingkan lelakinya. Saat tes dan interview, saya tidak masuk ke ruang produksinya. Jadi saya tidak mengetahui kondisi yang riil pada perusahaan.

 

Saat menunggu pengarahan dari HRD, saya masuk ke ruang lobi depan. Disana ternyata sudah ada uti dan dua orang cewek lainnya. Tampaknya uti sangat akrab dengan salah satu cewek yang dia ajak bicara. Berbeda dengan cewek satunya lagi yang lebih memilih diam dan hanya bermain hape. Daripada diam, saya langsung mendekati uti dan mencoba berkenalan dengan cewek-cewek yang juga baru masuk seperti saya. Kan g enak kalo g kenal sama teman-teman satu angkatan saat masuk, ya g?

 

Saat itu uti sangat asyik ngobrol dengan satu cewek, saya penasaran dengan cewek yang diajak bicara oleh uti dan mencoba berkenalan. Saya memperkenalkan diri bahwa nama saya adalah gatot’su. Dia memperkenalkan dirinya dan menyebutkan namanya, dia bilang namanya adalah lelly dari bandung dan junior dari uti saat di kuliah dulu. Eh, ternyata dia anak ITB juga. Wew, sangar neh perusahaan. Banyak menerima anak-anak ITB dan hanya satu anak ITS yang bergelut disini (ya saya ini sendiri). Kemudian saya berkenalan dengan cewek yang satunya lagi, dia bilang bahwa namanya adalah netty. Saya kira dia juga dari ITB sama seperti kedua cewek yang lagi asyik mengobrol, ternyata bukan.

 

Tidak lama berselang, saya dan teman-teman cewek yang ada diruang lobi dipanggil masuk kedalam ruang meeting dilantai dua. Ketika kami masuk, ternyata telah ada dua orang lelaki yang sudah ada duluan berada didalamnya. Kalau dilihat dari penampilannya, sepertinya mereka sama seperti kami. Mereka pegawai baru yang juga baru masuk hari senin ini. Saya kemudian duduk disebelah mereka dan mencoba berkenalan dengan mereka. Mereka mengenalkan diri mereka, salah satu yang berkulit putih bernama Husriadi (yang biasa dipanggil dengan nama Adi) dan yang satunya lagi berkulit gelap bernama Agus Aryono (yang biasa dipanggil Agus). Saya mencoba mengenal mereka lebih dalam, saya mencoba bertanya berasal dari mana saja mereka. Adi berasal dari makassar dan agus berasal dari bekasi. Ternyata dunia ini sempit, saya bertemu teman dari bekasi lagi. Saya mengobrol lebih dalam lagi, setelah saya ketahui lebih dalam lagi, mereka berasal dari Jepang langsung (impor tenaga ahli) dan dipindah tugaskan ke cabang yang ada di indonesia. Wedeh…. Jujur aja saya langsung down mendengar hal seperti itu. Mereka ternyata dikirim langsung dari jepang untuk menangani masalah yang ada disini. Diabnding dengan saya, saya tidak memiliki keahlian khusus untuk bekerja di tempat kayak gini. Mental saya langsung goyang mendengarnya.

 

Kemudian ibu imel memasuki ruangan dan menyambut kami. Dia menanyakan pada saya, uti dan lelly apakah kami memiliki rekaning BCA? Saat itu kami menjawab kalau kami semua tidak memiliki rekening di bank BCA. Setelah mendengar jawabannya, kami diberikan ijin keluar pabrik untuk membuka rekening baru di BCA cabang Bukit Indah yang terletak dekat perusahaan. Netty kebetukan sudah punya dan dia langsung dipanggil ibu imel untuk bekerja membantu dirinya,. Sedangkan untuk agus dan adi, mereka dipanggil oleh pak ali untuk diajak berkeliling pabrik.

 

Yah, selama mengantri di bank, saya mencoba mengenal kedua cewek yang nanti akan menjadi rekan kerja. Diantara keduanya, saya lebih tertarik pada lelly daripada uti. Hal pertama yang dilihat dari mata cowok terutama saya adalah tentu saja fisiknya. Dibandingkan dengan uti yang bertubuh mungil, lelly memiliki tubuh yang lulayan padat tapi masih proporsional. Berjilbab, tinggi, berkulit putih, berkacamata dan gak chubby gitulah. Saat mengobrol dengannya, kayaknya asik aja gitu. Kalo ngobrol nyambung dan hampir g membosankan.

 

Seusai membuat rekening baru di BCA, kami langsung kembali ke perusahaan unruk menandatangani kontrak kerja. Kami sebenarnya telah sepakat mengenai kontrak kerja yang ditawarkan melalui telepon. Hanya tinggal tanda tangan saja dan mulai kerja. Saya, lelly dan uti  kemudian dibagikan masker, sarung tangan, sepatu kerja dan sepatu boot dan seragam yang agak aneh yang bernama mujinggi. Seragam tersebut terbuat dari polyester (mirip plastik) yang menutupi kepala, badan, tangan, hingga kaki kami. Kami bertiga tampak bingung menerima seragam tersebut. Wajibkan kami mengenakan seragam semacam itu?

 

Ternyata seragam tersebut adalah seragam untuk mencegah debu yang berasal dari luar masuk kedalam ruang produksi. Ruang produksi adalah ruangan bebas debu, meskipun tidak sepenuhnya 100% tidak ada debu sama sekali. Hanya ada sebagian kecil saja debu yang masuk kedalam ruang produksi, debu adalah musuh bagi perusahaan ini. Seperti pakaian NASA ya? Lebih mirip pocong kalo saya bilang. Hehehehe…  Kalo g salah ada salah satu foto saya menggunakan mujinggi yang saya pasang di Facebook saya. Lumayan ganteng lho… :p

 

Sebagai info aja, perusahaan ini memproduksi elektronik mikrocircuit yang dicetak diatas lembaran keramik. Mirip sistem sablon yang ada dipinggir jalan, hanya saja ukuran rangkaiannya sangat kecil. Kita membutuhkan mikroskop untuk melihat alurnya dengan jelas. Produk yang dihasilkan perusahaan ini berupa sensor-sensor yang dipakai pada rangkaian elektronika. Sebenarnya saya agak bingung, apakah ini adalah sebuah perusahaan keramik atau sebuah perusahaan elektronik?

 

Saya kemudian diantar untuk masuk keruang ganti dan diberikan loker sendiri untuk menyimpan tas dan alat-alat lainnya. Saya lumayan kagetlah melihat perusahaan kayak gini, benar-benar baru buat saya. Serasa ada tantangan baru dan semangat baru. Didalam ruang ganti tersebut, saya kemudian diserah terimakan oleh HRD kepada pak ali. Dia menyuruh saya untuk mengenakan mujinggi yang baru dibagikan dan masuk keruang produksi bersamanya.

 

Sebelum masuk, mujinggi wajib dibersihkan didalam air shower. Biasanyakan kita membersihkan pake air, mujinggi yang kita bersihkan ditiup dengan angin didalam sebuah ruangan kecil. Tujuannya untuk menghilangkan debu yang ada pada permukaan luar mujinggi saat kita bergabti baju diruang ganti. Pertamanya seh saya agak canggung menggunakannya, tetapi setelah masuk kedalam ruang produksinya saya lebih takjub lagi. Semua orang yang berada didalamnya menggunakan pakaian yang sama.

 

Ada satu kelemahan jika begini caranya. Saya sulit mengenal orang-orang yang bekerja diruang produksi. Mengapa? Karena semua orang tertutup dari ujung kepala hingga ujung kaki, hanya matanya saja yang tidak tertutup. Jadi, minggu-minggu pertama saya sangat sulit untuk mengenal orang-orang disana. Apalagi para operatornya adalah cewek-cewek, lebih sulit lagi bagi saya untuk berkenalan. Agak canggung kalo saya dikelilingi para cewek….. Tipe cowok pemalu. :D

 

Minggu-minggu pertama kerja, saya tidak banyak melakukan hal-hal yang berarti. Saya hanya berkeliling dan bekenalan dengan orang-orang disana. Kita semua kan tau, kalau tidak kenal maka tidak sayang dan kalau tidak sayang maka tidak cinta. Hehehehe…. Berhubung operator disini rata-rata adalah cewek, masa g ada yang akhirnya jadi cinta seh. :D

 

Saya kemudian mencoba berkenalan dengan operator cewek yang ada disana. Dalam satu minggu, saya hanya kenal tiga orang saja. Mereka adalah rini, yayu dan site. Mereka mudah dikenali karena karakternya masing-masing. Menurut saya, rini adalah operator yang paling manis, yayu adalah operator yang paling aneh suaranya dan site adalah operator yang jutek. Sebenarnya ada seh yang paling jutek, namanya ai nurnenah. Dia bilang kalo namanya adalah juminten, yang bener aje? G mungkin banget kalo nama aslinya adalah juminten. Saya baru tau sebulan kemudian kalo nama aslinya adalah ai. Saya benar-benar sulit kenal orang-orang disana. Karena hanya mata saja yang menjadi ciri khas yang dapat dilihat secara langsung. Mirip ninja banget dah….

 

Yah, begitulah cerita awal saya berkarir di perusahaan tersebut, PT NORITAKE INDONESIA (Atau itu adalah PT ROTI ENAK?).

 

About these ads

6 komentar

  1. Menn,,, panjang banget ceritanya
    ….


  2. Ya, memang begitulah ceritanya, kawan. :)


  3. waahh…siapa yaah????

    sy juga d noritake…

    masuk bln november 2010


    • Tanya bu imel atau pak poltak atau pak ali atau teh uti atau teh iin…
      Insya Allah, mereka masih ingat.


  4. dik gatot, anakmu wis piro?


    • Baru mecungul satu.
      Alhamdulillah, diberikan seorang gadis cantik.



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: